RODEO, namanya. Namun ia bukan menakluk banteng. Pria 30 tahun ini jagoan di lapangan rumput memukul bola golf. Ia menjadi golfer profesional pertama yang dimiliki Kepri setelah menjadi ranking kedua dalam kompetisi The 2017 Qualifying School pada akhir tahun lalu.

“Dengan menjadi pro, maka bisa mengikuti seluruh turnamen yang digelar oleh PGA Tour of Indonesia. Dan jika mampu meraih kemenangan dan pundi-pundi yang banyak, maka bisa mengikuti turnamen internasional tahun depan,” ungkap Rodeo di lapangan golf Sukajadi.

Kompetisi profesional sangat berbeda dengan amatir. Pegolf kelas amatir harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk bisa naik peringkat, sedangkan pegolf kelas profesional harus mengumpulkan banyak pundi-pundi uang hasil kemenangan untuk bisa meraih peringkat tertinggi.

Ia mengisahkan untuk bisa ikut kompetisi The 2017 Qualifying School harus bersaing ketat dengan pegolf kelas amatir lainnya. Sebelum terjun ke kompetisi ini, ia berada di peringkat 17 se-Indonesia.

Namun pada saat kompetisi berlangsung, ia berhasil menjadi runner up dibawah golfer asal Korea Selatan.

Rodeo merupakan golfer dengan spesialisasi stik Iron. Dengan begitu, ia ahli untuk pukulan jarak menengah, seperti Fairway Shot.

Pencapaian ini juga sangat dibanggakan oleh pembina Rodeo, Jemmy Rumengan. Ia mengatakan dengan capaian ini, maka Rodeo merupakan golfer terkuat di Kepri.

“Dua tahun saya membinanya, saya puas. Pada dasarnya Rodeo memang punya bakat alam. selain itu dia menurut pada guru makanya bisa sukses,” ungkap Mantan Rektor Universitas Batam (UNIBA) selama dua periode ini.

 

RIFKI S LUBIS – BATAM

Komentar

komentar