PASTI sudah tahu jajanan khas melayu, tapi sudah pernahkah mencoba Putut Piring?

Biasanya putu piring hanya tersedia pada bulan Ramadan sebagai sajian berbuka puasa. Tapi di kelurahan Batu Sembilan, Tanjungpinang Timur, penganan khas ini bisa didapati kapan saja.

Di bilangan Jalan DI Pandjaitan Batu Sembilan, Kedai Kue Pak Mok menyajikan putu piring setiap hari.

Buka dari pukul 14.00 WIB hingga petang, setiap orang bisa menikmati putu piring.

“Tapi kalau sudah dekat magrib, biasanya sudah habis,” ungkap Deni Husaini, pedagang putu piring, Jumat (25/11).

Deni menjelaskan, putu piring adalah penganan khas Melayu berbahandasar tepung beras. Deni sendiri mengaku mendapatkan ilmu resep memasak putu piring dari ibunya. Kemudian ia terpikir untuk mengembangkannya jadi usaha.

“Karena selama ini orang itu baru bisa menikmati putu piring pada bulan puasa. Itulah yang membuat saya terpikir untuk membuat kedai yang menjual penganan khas Melayu,” ungkap Deni sembari meracik putu piring pesanan pelanggannya.

Dalam sehari, putu piring isi gula merah yang dijajakan Deni laku sekurang-kurangnya 600 keping. Tiap kepingnya dihargai Rp 1.000. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi dari masyarakat pecinta kue khas Melayu ini, Deni juga kerap membuat beberapa pesanan khusus. Ia yakin masih banyak warga Tanjungpinang yang ingin mencicipi penganan khas semacam putu piring atau laksa tidak saja di bulan puasa.

“Apalagi putu piring ini bahannya kan bahan-bahan alami. Warna kuningnya juga didapat dari kunyit. Terus pemanisnya pun dari gula merah. Jadi banyak yang masih minat pada jajanan ini,” pungkasnya.

 

 

FARADILLA – TANJUNGPINANG

Komentar

komentar