Dua lelaki berkelahi. Seorang diantaranya mengeluarkan pistol. DOR… pistol itu menyalak. Untung mengarah ke atas, tiada korban dalam duel di trotoar itu.

Bummm…. sekejap kemudian sesosok super hero jatuh dari langit.

Olala… rupanya ia terkena peluru yang menyalak tadi….

………………………………………

Itu sepenggal kisah dalam film pendek berjudul Born Here to Nowhere yang disutradarai Ade Losnojos.

Film ini pendek sekira 10 menitan gitu lah… namun studio 4 Blitz Theater, Kepri Mall, Minggu (30/10) siang itu langsung gerr…

Ya, film ini meski singkat, sudah bikin ketawa semua penonton. Ngakak.

“Terima kasih atas ketawanya,” komen Ade, sang sutradara.

Hari itu, Cinema Raya, sebuah komunitas pecinta/penggiat film Kepri menggelar acara screening alias nonton bareng 7 film pendek karya mereka.

Selain From Here To Nowhere ada 6 film pendek lainnya yang diputar, ada Artefact karya Amril Saputra; Ayah karya Hendro Dwi Yunianto; The Stork Who Dropped Me karya Je Yatmoko;  Tekad Sang Brigadir karya Ibonk Hermawan; serta Time karya Bagas; dan Progress besutan Trio Novellis.

Bila Born Here to Nowhere memicu tawa, The Stork Who Dropped Me karya Je Yatmoko menguras emosi. Film ini berkisah tentang seorang ayah merayakan ulangtahun putrinya di balik jeruji penjara. Pesta belum usai, sang ayah harus dijemput petugas untuk menjalani eksekusi mati. Film tanpa dialog tapi sarat ekspresi ini sangat kuat membawa pesan. Sedih.

Pada pembuka acara, Penanggung Jawab acara, Je Yatmoko mengatakan, “hadirnya Cinema Raya membuktikan Kepri memiliki komunitas sineas yang eksis, tidak hanya di Jogja, Jakarta atau Bandung.”

 

cinemaraya
Kamu yang kelewatan nonton bareng film-film mereka patut merasa rugi. Namun jangan sedih, Cinema Raya menjadwalkan untuk melakukan kegiatan serupa 6 bulan sekali.

Nonton karya mereka tak sekadar nonton sebab kita diajak untuk tahu lebih dalam latar belakang cerita dan bagaimana mengerjakan film mereka. Tentu saja karena dibatasi waktu, tak bisa panjang lebar para sutradara membeber kisah dibalik film mereka.

Kalau mau diskusi lebih panjang, hmm.. ada baiknya sambil ngopi bersama mereka.

 

 

PUTUT A – Batam

Komentar

komentar