Jariah Reksy Revindi menjadi satu dari dua siswi asal Kepri yang lolos dalam program pertukaran pelajar American Field Study (AFS). Dia akan terbang ke Hongaria.

Jariah tinggal di Perumahan Tiban Palem Blok A8 Nomor 3, Sekupang, Batam.

Siswi kelas VIII SMAN 3 ini antusias menceritakan persiapannya menuju Hongaria. Jariah menguasai bahasa Inggris dengan cukup baik. Itulah sebabnya, dia sering dikirim untuk mengikuti kompetisi debat dalam bahasa Inggris, baik tingkal lokal maupun nasional.

Jariah juga termasuk tipe siswi yang ingin terus belajar, terutama tentang hal-hal baru. Perjalanannya menuju Hongaria ini berawal dari ketertarikannya mengikuti tes yang digelar Yayasan Bina Antar Bangsa pada pertengahan tahun lalu.

Yayasan ini telah mengembangkan program AFS sejak 1950. AFS merupakan yang digagas oleh negara Paman Sam yang kemudian idenya ditularkan oleh berbagai yayasan di seluruh dunia.

Jariah mengaku tertarik mengikuti program ini karena pertukaran pelajar AFS ini telah lahir tokoh-tokoh besar yang telah banyak menyumbangkan ide briliannya untuk kemajuan Indonesia.

Untuk mendapatkan tiket AFS tahun ini, ia harus bersaing dengan sekitar 170 siswa dari seluruh Kepri yang juga mengikuti tes AFS cabang Sumatera Barat (Sumbar) ini.

“Kepri termasuk cabang Sumbar bersama dengan Riau dan Jambi,” katanya.

Tesnya sama seperti tes pada umumnya. Peserta harus mengikuti serangkaian tes pengetahuan umum, bahasa Inggris, dan psikotes. Namun yang paling menentukan adalah tes membuat karya tulis.

“Saya diminta untuk membuat karya tulis menyangkut pemahaman psikologis terhadap suatu permasalahan,” ungkap dara yang menjuarai lomba mendongeng ketika menjadi pelajar di tingkat SD dan SMP ini.

Panitia meminta kepada Jariah untuk mendeskripsikan bagaimana solusinya ketika ditempatkan diantara orang-orang yang tidak disukainya.

“Saya membuat sebuah evaluasi penilaian. Jika kita tidak suka karena kepribadiannya, maka tetap jalani saja dan berusaha bersikap profesional,” ungkapnya diplomatis.

“Kami tidak bisa menentukan negara mana kami akan belajar, mereka yang memilih kami,” ungkap pelajar yang pernah mengikuti lomba debat ekonomi di Universitas Indonesia (UI) ini.

Jariah akan berangkat pada Jumat (19/8) ini.

“Saya akan tinggal bersama orang tua angkat saya di kota Miscolk, sekitar 2-3 jam perjalanan dari ibukota Budapest, dan akan bersekolah di Diosgyori Gimnazium,” tuturnya.

 

RIFKI – BATAM POS

Komentar

komentar