Menikmati Meranti, hmmm.. ini bukan bolu yang kondang di Medan itu lo ya… Meranti di sini maksudnya kabupaten Meranti, Provinsi Riau yang cukup dekat dengan Provinsi Kepri. Indah.

Ini ialah pengalaman pertama ke Selat panjang, Ibu kota Meranti pada September  2015, lalu.

Saat itu, Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam melaksanakan kegiatan survey kanker serviks.

Dari Batam menuju Pulau Meranti ditempuh dalam tempo 4 jam perjalanan laut.

Mengelilingi lautan luas membuat saya mulai mual. Gelombangnya itu loh….

Namun tak terjadi apa-apa, hanya mual saja. 4 jam di atas fery, sampailah kami di Selat Panjang.

Kami pun naik becak motor menuju hotel.

Keesokan harinya tugas telah menanti, menuju Puskesmas Anak Setatah. Itu di luar Selat Panjang. Menuju ke sana kami harus naik moda trasnportasi yang disebut kempang. Sebuah perahu kayu yang mirip kapal Ro-Ro sebab bisa mengangkut sepeda motor pula.

Kempang yang kami naiki sanggup menampung 21 motor, ditambah dengan penumpang lainnya. baru ini say alihat moda transportasi macam ini.

Sesampainya di pelabuhan kami masih harus menempuh perjalanan darat ke Puskesmas.

Disambut oleh petugas yang ramah dan senyuman pasien yang sudah lama menunggu membuat rasa lelah diperjalanan hilang begitu saja.

Kamipun menyelesaikan tugas kami dan kembali ke penginapan. Sekali lagi naik Kempang.

Selama tiga hari saya harus melakukan perjalanan seperti itu di sana.

Asyik bercampur lelah itulah yang terasa. Setelah tugas selesai  selama 3 hari kami mulai menikmati jalan mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Memilih jalan kaki mengelilingi Selat Panjang, Kabupaten Meranti  sembari melihat-lihat apa yang menjadi ciri khas pulau tersebut.

Saya begitu kagum setelah melihat masih banyak bangunan lama  dengan kebersihan yang masih terjaga.
Mie sagu dan kerupuk udang adalah andalan pulau tersebut.

 

 

KRISTIN SIMANGUNSONG –  Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam

Komentar

komentar