Belanja online memudahkan, tetapi juga bisa menyusahkan sebab tak jarang dimanfaatkan untuk menipu.

Nah, agar tidak tertipu saat belanja online maka para konsumen harus cerdas. Terdapat sejumlah tips, agar kon‎sumen aman saat belanja online.

‎Wakil Ketua idEA (Asosiasi Ecommerce Indonesia) Agus Tjandra mengatakan, konsumen harus mengetahui umur situs belanja online. Pilih toko online yang memiliki platform online, bukan sekadar blog.‎

“Setidaknya, situs belanja online yang berusia di atas 5 tahun dinilai kokoh dan sehat,” ujarnya, Senin (30/5).

Toko online harus memiliki reputasi baik dan jelas asal-usulnya. Memiliki rekanan dengan bank yang dikenal baik di Indonesia.‎ Setidaknya, toko online memiliki sistem pembayaran sendiri.

“Misalnya, kartu kredit atau alat pembayaran online dengan bank yang dikenal di Indonesia, selain bisa dengan cara transfer,” sebutnya.

Agus menambahkan, ‎jangan cepat tergiur dengan promosi atau promo yang diluar batas atau terlampau murah. Konsumen mendapat resi bukti pengiriman barang dan bisa melakukan pelacakan posisi barang.

“Simpan bukti transfer, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan konsumen dapat menunjukkan bukti pembayaran,” ucapnya.

Lanjut CEO dan Founder Lojai.com, ‎pengurus atau pemilik atau penanggung jawab toko online dikenali. Jadi, bukan toko fiktif.

Terakhir, memiliki Fasilitas Live Chat. “Agar, konsumen dapat bertanya atau berinteraksi dengan toko online yang hendak dibeli produk atau jasanya,” tandas Agus. (rka/JPG)

Komentar

komentar