[dropcap size=big]D[/dropcap]ibalik sosoknya yang pendiam dan kalem, Intan Mandailin punya potensi yang besar untuk terus berkembang di cabang olahraga taekwondo.

Gadis kelahiran Surabaya, 6 Juni 1999 ini baru menggeluti olahraga taekwondo setahun silam.

Pengen jaga diri dan ingin mengikuti kejuaraan nasional,” ujarnya.

Dirinya mengaku tertarik dengan taekwondo daripada olahraga jenis beladiri lain.

“Tekniknya banyak, beda dengan yang lain,” tutur pemakai sabuk hijau ini.

Bergabung dengan Dojang Politeknik, dengan didikan keras dari pelatih Sabeum Rianjimmi membuat mental Intan kuat dan skillnya berkembang.

“Latihan dua kali seminggu selama dua jam,” kata Intan.

Alhasil, putri pasangan Soejitno dan Imiria langsung dipercaya pelatih Sabeum untuk diikutsertakan di Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur DKI Jakarta, 15-17 April lalu bersama 17 teman-temannya untuk mewakili Kota Batam.

Pada kejuaraan yang baru pertama kali diikutinya ini, Intan langsung mendapat emas.

“Awalnya grogi, ditonton banyak orang, tapi berkat dukungan pelatih dan teman-teman, saya berhasil mengatasinya,” ungkap siswi kelas X SMA Rihatul Jannah ini.

Prestasi tersebut membuat anak kedua dari tiga bersaudara ini tambah semangat dan semakin giat berlatih. Dari kejuaraan tersebut, Intan mendapat banyak pelajaran dan menimba ilmu.

“Bisa bertemu atlet yang lebih senior dan atlet tingkat nasional,” tutur gadis dengan tinggi 168 cm ini.

“Inginnya sih jadi atlet taekwondo tingkat nasional, tapi kalau nggak bisa, jadi diplomat boleh juga,” tutup Intan. (cr16)

Komentar

komentar