[dropcap size=big]G[/dropcap]lory Oyong, lahir di Padang, besar di Batam, dewasa di Jakarta. Bagi publik Batam ia bukan sosok yang asing. Saat menjadi siswa di SMA Yos Sudarso ia ialah seorang model yang kerap tampil di depan publik. Koran Batam Pos kerap menjadikannya sebagai model pemotretan. Camera face.

Kini ia menyapa publik melalui layar kaca KompasTV. Ia menjadi seorang pembaca berita di sana. Warga Batam yang merasa kenal wajahnya pun kerap berkomentar, “Lo ini kan….” Terlebih saat siaran KompasTV sudah bisa dinikmati di Batam.

Sebuah bukti kecil betapa ia telah dikenal publik Batam.

Glory memulai langkah ke Jakarta bukan dengan modal kosong. Aktivitas sebagai Ketua OSIS SMA Yos Sudarso, prestasi olahraga dan modeling ikut menjadi modal langkahnya ke ibu kota.

Terlebih saat 2006 ia berhasil menjadi GADIS Sampul. Ia makin kerap ke Jakarta. Biasanya ia ke Jakarta untuk berlibur sekolah.

Lulus kuliah dari Universitas Tarumanegara ia bekerjsa di KompasTV hingga kini.

Sebuah dunia yang jauh dari dunia model. “Tapi kepercayaan diri yang saya dapatkan dari pengalaman modeling memang membantu saya dalam public speaking dan menjalankan tugas saya sebagai jurnalis dan seorang presenter seperti sekarang ini,” ujar Glory dalam dialog tertulis dengan batam.top

Glory begitu menikmati karirinya di Jakarta. Ibukota adalah sumber informasi vital.

“Di sinilah pusat pemerintahan, pusat kebijakan dan di sinilah kita juga bisa melakukan perubahan dan menetapkan standar bagi daerah.”

“Menariknya, berkarir sebagai jurnalis di ibukota kita dapat berhadapan langsung dengan tokoh utama, dan ini membuka beragam kesempatan untuk kita semakin berkembang dan maju sebagai jurnalis yang handal.

Baginya, karir yang ia lakoni saat ini ialah bagian dari melanjutkan cita-cita Kartini.

“Bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan pria di bidang jurnalistik.”

Kartini, menurutnya, adalah harapan.

“Karena perjuangan Kartini lah kaum perempuan masa itu mendapatkan harapan dan akhirnya kesempatan untuk berjuang setara dengan kaum pria dan mendapatkan hak-hak perempuan yang sesungguhnya,” beberanya. “Kini kita harus terus memperjuangkannya dan mempertahankan apa yang sudah dimulai oleh Kartini dengan menjadi Kartini-Kartini masa kini.”

 

PUTUT A

Komentar

komentar