[dropcap size=big]A[/dropcap]mat Tantoso sudah tak asing bagi warga Batam. ia dikenal sebagai pengusaha valuta asing kondang. Tahukah Anda ia menapaki jalan terjal menuju ke sana.

Amat menginjakkan kaki di Batam pada 1992. Kala itu berangkat dari Kundur, Kabupaten Karimun. Amat hanya berbekal duit Rp 500 ribu. Ia hijrah ke Batam ditemani istri dan seorang anak usia SD.

“Duit sebanyak itu bisa buat apa,” ujarnya. Itu pun tak bisa utuh sebab Rp 350 ribu digunakan untuk membayar biaya masuk sekolah anak.

Berbekal duit sisa, Amat mencoba peruntungan dengan berjualan kopi dan es tebu di Kawasan Nagoya.

Awal di Batam Amat dan keluarga tak punya tilam. “Saya tidur beralas kardus,” kisah Amat.

Di Batam Amat bercita-cita jadi orang sukses. Ia melihat kawan sekampungnya sukses merantau di Batam.

“Saya harus seperti mereka,” tekadnya.

Tekad itu disambut hangat sang istri.

“Saya bersama istri sepakat untuk menjadi orang berhasil,” imbuhnya.

Sebagai wujud tekad itu mereka memiliki master plan. tahun poertama memiliki motor, tahun kedua mobil tahun ketiga memiliki rumah.

“Meskipun kredit,” jelas Amat.

1998 krisis moneter terjadi. Justru pada masa krisis inilah Amat membidik bisnis menjanjikan, jasa tukar uang, alias valuta asing. Modalnya ialah uang teman-temannya yang berdagang di pasar.

“Mereka percaya dengan saya.”

Hingga kini bisnis ini tetap ia geluti.

Kini, Amat meraih mimpinya. Ia telah keliling dunia. (btv)

Komentar

komentar