[dropcap size=big]L[/dropcap]iburan ke Desa Benan. Keindahan alam, laut yang biru dan ragam wisata bahari ditawarkan Pulau Benan. Desa yang berlokasi di Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

Desa Benan tumbuh menjadi desa wisata pada 2006 lalu, Dinas Perikanan Kabupaten Lingga waktu itu mendirikan jalan setapak untuk mempermudah akses masyarakat desa untuk melaut. Keindahan alam dan karakteristik pulau Melayu membuat masyarakat sadar akan potensi wisatanya. Keinginan itulah membuat warga menghibahkan tanahnya untuk pariwisata.

“Kami mulai membersihkan desa agar masyarakat dan pengunjung yang hadir menjadi nyaman,” kata Pengelola Desa Wisata Pulau Benan, Sahlan, Kamis (14/4).

Sadar wisata pun tumbuh pada anak-anak Desa Benan. Mereka mulai tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris.

“Salah satu pengusaha rumah makan di desa kami, Ardiansyah-lah yang mengajarkan anak-anak secara cuma-cuma,” ungkapnya.

Tahun 2015, Desa Benan resmi dibuka untuk wisatawan. Turis mancanegara menyambut antusias. Warga Desa Benan pun semakin terbuka dan menyambut baik wisatawan yang datang.

Pengunjung yang datang dapat menikmati wisata bahari dan melihat pemukiman warga pesisir. Fasilitas yang ditawarkan, di antaranya, kano, snorkling, diving, boat karet, dan kapal kastamaran.

“Kapal kastamaran adalah kapal khusus yang bagian bawahnya terdapat kaca, jadi pengunjung bisa langsung menikmati keindahan terumbu karang tanpa menyelam,” tuturnya.

Jika ingin menikmati keindahannya lebih lama, pihak pengelola sudah menyediakan 9 unit cottage untuk home stay.

“Pengalaman bermalam di penginapan dengan nuansa pulau khas Melayu akan membuat wisatawan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah fasilitas lainnya seperti pusat kerajinan tangan pun nggak kalah menarik. Yang paling banyak dicari wisatawan adalah coconut oil atau minyak kelapa.

Kearifan lokal dan budaya nelayan pesisir khas Melayu akan terasa ketika mengunjungi desa wisata ini. “Seperti beberapa waktu lalu, kami mengajak wisatawan untuk datang ke pernikahan adat melayu, ini bisa menambah keakraban pengunjung,” ujarnya.

Potensi wisata ini dikatakan Sahlan, akan terus dikembangkan. Saat ini pihaknya sedang menggagas kegiatan penanaman rumput laut.

“Kami juga telah mengajukan fasilitas baru, yakni banana boat untuk menambah daya tarik desa wisata kami,” ungkapnya.

Dari Batam jika ingin mengunjungi desa wisata ini, ada dua alternatif jalur yang bisa dipilih.

Pertama, yakni, melalui Pelabuhan Telagapunggur ke Tanjung Pinang lalu ke Desa Benan.

Kedua, melalui Jembatan VI Barelang, Pulau Cakang.

“Nah dari Pulau Cakang ini lebih cepat hanya memakan waktu 40 menit saja ke Desa Benan,” tutupnya.

 

WAHYUDIN NUR

Komentar

komentar