[dropcap size=big]K[/dropcap]enalkan, Syaka Raihan. Ia lahir di Batam, 21 September 2005. Hobinya mendaki gunung dan panjat dinding.

Adalah Bambang Sahputra, ayah siswa SD Al Azhar ini, yang menularkan hobi cinta alam itu.

Pendakian pertama Raiham ialah 3 tahun lalu. Ia mendaki Gunung Marapi dengan ketinggian 2.500 meter diatas permukaan laut di Sumatera Barat.

Kala itu kondisi Raihan, stabil. Ia malah suka hal baru yang ia lakukan itu.

Pengukuran itu masih berlanjut. Raihan kembali menaklukkan Gunung Tujuh di Jambi setinggi 2.100 mdpl.

Untuk berhasil mendaki,  Bambang melatih fisik Raihan. Latihan itu berupa lari dan jalan-jalan kecil di Taman Gajahmada, Sekupang. Setiap hari.

Manfaat latihan itu akan terasa ketika di gunung. Raihan, kata Bambang, tak pernah mengeluh ketika mendaki gunung. Ketika ia merasa lelah, ia hanya bilang lelah. Mereka pun akan beristirahat selama lima menit.

“Minum saja. Udah gitu jalan lagi,” kata Raihan.

Di gunung, Raihan biasa bermalam. Kadang tidur di dalam tenda. Kadang kala hanya beralaskan selimut tidur (sleeping bag). Namun, bukannya kapok, bocah bertubuh ramping ini justru menyukainya.

“Lebih enak tidur di gunung daripada di rumah,” ujarnya.

Ia akan menyantap mie instan cup ketika lapar. Atau nasi lauk ikan teri bekal dari ibu di rumah. Minumnya, hanya air putih. Baju yang ia kenakan hanya satu lapis. Ditambah jaket satu lapis juga. Ia menggeleng ketika ditanya, dingin atau tidak di atas puncak sana.

Bocah kelas IV SD itu mengaku mulai menyukai aktivitas mendaki gunung. Katanya, mendaki mampu menguatkan kakinya. Kalau kaki kuat, ia akan mampu memanjat dinding – hobinya yang lain.

Hobi itu sesungguhnya sudah menuai prestasi. Raihan mulai menekuni dunia panjat dinding sejak tahun 2013. Ia pernah mendapat medali perak dalam Pekan Olah Raga tingkat Kota Batam (Porkot) di tahun pertamanya itu.

Setahun kemudian, ia menyabet medali perak dalam Pekan Olah Raga tingkat Wilayah (Porwil) Kepulauan Riau. Serta medali perunggu dalam Open Climbing Nasional di Karimun, di tahun yang sama.

“Ia sudah menjadi atlet panjat untuk Kepri,” tutur Bambang lagi.

Melihat semangat putranya, Bambang berniat mengajak anaknya mendaki The Seven Summits Indonesia. Dalam liburan sekolah, Mei nanti, ia berencana mendaki Gunung Latimojong di Sulawesi dan Puncak Jaya di Papua. (ceu)

Komentar

komentar