[dropcap size=big]S[/dropcap]ari Amelia Febriani alias Meli dan Sari Amalia Febriani alias Mela ialah saudara kembar.

Keduanya jatuh cinta pada seni bela diri silat. kini mereka pada tahap sebagai pelatih.

Bernaung di perguruan pencak silat Setia Hati, dua dara  pasangan M. Ridar Fachruddin dan Napisah ini mulai terjun di dunia silat sejak duduk di bangku SMP. Kala itu keduanya diajak kawannya.

Yang menarik saat awal – awal belajar silat pelatih mereka kerap salah panggil. Tajk mau repot akhirnya pelatih pun tak lagi memanggil satu-satu tapi keduanya. ”Makanya langsung dipanggil ‘kembar ayo sini,” kenang Meli.

Keduanya punya alasan kenapa memilih bertahan dan aktif di olah raga silat. Meli cinta silat lantaran seni bela diri tradisional ini merupakan beladiri asli Indonesia yang di setiap gerakan memiliki nilai seni.

”Silat ini kayak nari tapi punya power, gerakannya sarat nilai seni. Dan yang paling penting silat adalah budaya khas Indonesia,” kata wanita 24 tahun ini, diikuti anggukan Mela.

Apalagi, lanjut Meli, kedua orang tuanya sangat mendukung. ”Kan papa juga pernah ikut beladiri,” katanya.

Menurut Mela, eksis di silat bisa kenal banyak teman, juga dapat banyak pengalaman.

”Banyak kawan di silat, kenalan di cabor lain juga. Sama ini, beda event kan beda pelatih jadi banyak ilmu yang didapat,” ucapnya.

Ditanya soal prestasi, Mela mengaku jika Meli-lah yang lebih banyak mengoleksi penghargaan. Hal tersebut lantaran Meli lebih dulu ikut tanding dibanding dirinya.

”Meli turun sejak kelas dua SMP, sementara aku SMA,” kata Mela.

 

ADIANSAH

Komentar

komentar