[dropcap size=big]T[/dropcap]okoh fiktif, superhero, pahlawan imajiner, telah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern. Mereka hadir lewat buku komik, buku cerita, serial televisi, dan sinema bioskop. Sebagian besar dari kita pun akrab dan mengidolakan mereka sejak kanak-kanak.

Indonesia pernah punya industri komik yang sangat bergairah, dan ketika itu lahirlah banyak superhero lokal, yang diciptakan seniman komik kita. Kini lebih banyak superhero “impor” yang menguasai ruang imajinasi kita.

Kami bertanya kepada netizen follower akun Twitter @BatamPos soal ini. 25 % menyatakan perlu sekali kita memiliki superhero kreasi negeri kita sendiri. Lumayan banyak! Kerinduan akan tokoh pahlawan lokal terdeteksi pada jawaban ini.

Tapi, jawaban yang paling tinggi – 35 % – justru ada pada pilihan kedua: Gak perlu, buat apa sih! Bagaimanapun dunia komik, memang bukan bagian dari hidup yang pokok. Ini ada pada wilayah senggang, pengisi waktu luang.

Sama persis dengan pilihan pertama, 25 % menjawab perlu menghidupkan jagoan-jagoan lama yang pernah hadir di Indonesia: Si Buta Dari Gua Hantu, Jaka Sembung, Panji Tengkorak, Godam, Sri Asih, Gundala…

Tapi, yang menantang adalah 15 % menjawab perlu menciptakan karakter-karakter superhero lokal yang baru. Jadi 65 % dari penanggap memang merindukan tokoh pahlawan imajinatif lokal, baik yang lama ataupun yang baru!  Ini tantangan buat seniman komik.

Selengkapnya hasil polling kami sajikan di bawah ini:

Komentar

komentar