[dropcap size=big]M[/dropcap]ustofa Widjaja, mulai menjadi Ketua Otorita Batam (OB) pada April 2005. Kala itu ia hanya sebagai pelaksana tugas, menggantikan Ismeth Abdullah yang maju dalam rivalitas Gubernur Kepri.

Posisi pelaksana tugas rupanya mengantarnya sebagai Ketua otorita Batam secara definitif, pada Juni 2006.

Ia menjadi Ketua Otorita Batam terakhir.

Dimulai tahun 1971, periode persiapan OB diketuai oleh Ibnu Sutowo. Ibnu memimpin hingga 1976.

Periode Konsolidasi ditunjuk Prof DR JB Sumarlin sebagai ketua dengan masa bhakti 1976 – 1978.

Kepemimpinan OB dilanjutkan oleh Prof. DR ING BJ Habibie sejak 1978 hingga Maret 1998. Masa ia disebut Periode Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal.

Tongkat estafet pindah ke JE Habibie sejak Maret 1998 – Juli 1998. Disebut Periode Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal lanjutan.

Periode Pengembangan Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan Dengan Perhatian Lebih Besar Pada Kesejahteraan Rakyat dan Perbaikan Iklim Investasi, OB dipercayakann pada Ismeth Abdullah. Masa bhakti Juli 1998 – April 2005.

Pada tahun 2007 pemerintah mengeluarkan undang-undang nomor 44, Batam ditetapkan sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas.

Sejak saat itulah Otorita Batam berubah nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Mustofa Widjaja pun dipercaya sebagai Kepala BP Batam.

Ia kembali dilantik sebagai Kepala BP Batam pada hari Senin 30 Juni 2014 di Tanjungpinang oleh   Ketua Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (free trade zone/FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) HM Sani.

Hari ini, saat artikel ini dimuat, Mustofa Widjaja tak lagi sebagai Kepala BP Batam.

 

PUTUT. A

Komentar

komentar