[dropcap size=big]K[/dropcap]enalkan Nyimas Novi Ujiani. Ia ialah Ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun. Tiada yang beda anara ia denan ketua Muslimat lainnya. Yang membuat beda ialah medan yang harus ia hadai demi membentuk organisasi Muslimat NU di wilayah perbatasan seperti Karimun.

Karimun, sebuah kabupaten kecil yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia.

Lima tahun lalu, Muslimat NU bukan apa-apa di Kabupaten Karimun. Wanita kelahiran Kampung Laut Jambu inilah yang membentuk dan membesarkan Muslimatt NU.

“Karimun selain wilayah perbatasan, juga di huni oleh banyak suku dari tanah air. Ada Melayu, Batak, Minang, Jawa dan banyak lagi. Maka saya harus masuk ke tata cara mereka tanpa harus meninggalkan ke-Melayu-an saye” kata wanita yang akrab di sapa Nyimas ini.

Setelah resmi mendapatkan SK sebagai pimpinan cabang Muslimat NU Karimun, Nyimas langsung menyusun kepengurusan tingkat PAC, di situlah tantangan besar dimulai.

Untuk kabupaten yang memiliki wilayah pulau-pulau, Nyimas harus mengarungi lautan untuk mewujudkan kepengurusan tingkat PAC.

Ombak tinggi dan badai besar pernah ia rasakan. Ia harus rela menginap di rumah-rumah warga di pulau yang ia singgahi jika ada kendala dalam transportasi.

Sebagai gambaran dasyahtnya perjalanan yang ia harus tempuh misal untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan Moro dan Durai. Melalui perjalanan laut kedua kecamatan itu bisa dicapai dalam tempo 1 setengah jam sampai 2 jam.

“Itu kalau cuaca bersahabat, tapi kalau musim angin utara, bisa sampai 3 jam” lanjut perempuan berusia 40 tahun ini.

“Karena keterbatasan transportasi, kami sering menginap di rumah-rumah warga, namanya juga pulau ya, kadang untuk naik kapal itu harus menunggu air pasang, jadi kalau pas surut kapal tidak bisa merapat” tandas Nyimas.

Kini, hampir seluruh kecamatan, telah terbentuk kepengurusan PAC, bahkan ada beberapa sudah terbentuk kepengurusan ranting.

“Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus dan arahan pimpinan wilayah serta pusat, kini telah terbentuk seluruh PAC dan ada beberapa ranting. Saya tidak akan dapat mewujudkannya, tanpa ada pengurus lainnya” ucap Nyimas.

Komentar

komentar