[dropcap size=big]S[/dropcap]elandia Baru punya gawe besar. Bukan sebuah pesta tapi membuat bendera negara. Bukan siapa yang menjahitnya tapi desainnya. Perdebatan panjang terjadi selama 18 bulan!

Untuk itu pemerintah setempat dua kali referendum. Dana untuk referendum itu mencapai USD 17,6 juta (setara Rp 233,6 miliar)!

Duit sudah keluar banyak tapi hasi nihil. Warga Negeri Kiwi itu lebih memilih bendera lawas bila dibandingkan dengan desain bendera baru berlogo pakis yang diberi nama Silver Fern itu.

Hasil voting menunjukkan bahwa 56,6 persen memilih untuk tidak mengubah bendera dengan logo Union Jack yang sudah ada saat ini. Sedangkan hanya 43,1 persen yang ingin berganti dengan Silver Fern yang didesain oleh Kyle Lockwood.

’’Penduduk Selandia Baru telah memutuskan untuk mempertahankan bendera yang ada saat ini. Saya mendorong seluruh penduduk menggunakan, menerimanya, dan yang lebih penting bangga dengan bendera itu,’ tulis Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key di akun Twitternya pasca pengambilan suara ditutup dan hasil sementara referendum diumumkan Kamis (24/3).

Selama ini John Key adalah orang yang paling vokal menyerukan agar bendera Selandia Baru diganti. Sebab, logo Union Jack di bendera itu mencerminkan pendudukan Inggris pada era kolonial. (sbo)

Komentar

komentar