milendir

Dua versi porsi mi lendir (F: Andra S Kelana)

[dropcap size=big]D[/dropcap]atang ke Kepulauan Riau, tapi tak menyantap mi lendir, itu ibarat per ke Paris tapi tak berfoto di Menara Eifel.  Tak lengkap rasanya jika tak mengabadikan rasa lezat-pedas-hangat sajian ini di lidah.

Mi lendir adalah produk kuliner khas kawasan Kepulauan Riau. Di kedai kopi di Kota Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, dan Batam, sajian mie dengan kuah kacang kental – dari sini makanan ini mendapat nama “lendir” –  ini lazim disajikan.

“Pilihannya bisa minta satu telur atau dua telur,” kata Andra S Kelana, seorang eksekutif puncak stasiun televisi di Batam, penggemar kuliner Batam. Pilihan itu membedakan harga.

Dari mana sebenarnya mie lendir berasal?

“Mi lendir itu asalnya dari Tanjungpinang. Yang bikin memang orang Jawa tapi mi ini tidak dikenal di Jawa,” kata Rida K Liamsi, sastrawan terdepan dan budayawan Melayu Riau  yang baru saja mendapat gelar Datuk Lela Budaya dari Lembaga Adat Melayu Riau.

Nama mi itu pada mulanya dikenal sebagai Mi Pak Sailun karena yang pertama meraciknya seperti yang kita kenal sekarang memang Pak Sailun, pendatang asal Jawa di Tanjungpinang, kota yang pernah menjadi ibukota Provinsi Riau ini.

Pak Sailun tinggal di Kampung Jawa, dan menjual mi berkeliling kota. Itu kira-kira di tahun 1960-an.

“Setelah Pak Sailun meninggal, banyak pedagang Jawa lain yang meneruskan mi Pak Sailun. Salah satu yang terkenal namanya Lek Man, tempat jualnya di kedai kopi Zaman di Jalan Bintan. Dekat Hotel Surya,” kata Rida K Liamsi yang aktivitas masa mudanya bersama seniman-seniman sezamannya kala itu bak para flaneur di Paris.

Rida adalah saksi betapa larisnya mi yang disajikan dengan taburan daun seledri, bawang goreng dan toge serta cabe rawit ala Lek Man ini.

“Orang antre sampai ke sampai ke jalan. Tapi setelah beberapa tahun meraup sukses  Lek Man bersengketa dengan yang punya kedai kopi, dan harus pindah ke kedai lain tapi masih di Jalan Bintan juga,” kata Rida. (bersambung)

 

Hasan A – Batam Top

 

Komentar

komentar