[dropcap size=big]N[/dropcap]egara manakah yang penduduknya palong bahagia? Inilah laporan terbaru dari penelitian World Happiness.  Denmark menyalip Swiss sebagai tempat paling bahagia di dunia. Laporan tersebut dimaksudkan untuk yang mendesak setiap bangsa mengatasi ketimpangan dan melindungi lingkungan.

Laporan tersebut, yang dibuat oleh Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan (SNSD) dan Institut Bumi di Columbia University, menyebut Suriah, Afghanistan dan delapan negara sub-Sahara sebagai 10 tempat paling tidak bahagia untuk ditinggali.

Sepuluh negara teratas adalah Denmark, Swiss, Islandia, Norwegia, Finlandia, Kanada, Belanda, Selandia Baru, Australia, dan Swedia. Denmark ada di tempat ketiga tahun lalu, di bawah Swiss dan Islandia.

Kita, Indonesia, berada di urutan ke-79  dari 157 negara.

Kita berada di bawah Singapura yang ada di peringkat 22, disusul Thailand 33, Malaysia 47, dan Jepang 53.  Sementara Philipina 82, China 83, Vietnam 96, dan India 118 ada di bawah Indonesia.

Sepuluh terbawah adalah Madagaskar, Tanzania, Liberia, Guinea, Rwanda, Benin, Afghanistan, Togo, Suriah dan Burundi.

Amerika Serikat berada di peringkat 13, Inggris di 23, Perancis 32, dan Italia 50. Indonesia ada di nomor 79.

“Ada pesan kuat untuk negara saya, Amerika Serikat, yang sangat kaya, dan semakin makmur dalam 50 tahun terakhir, tapi tidak bertambah bahagia,” ujar ​Profesor Jeffrey Sachs, kepala SDSN dan penasihat khusus Sekjen Ban Ki-moon.

Meski perbedaan antara negara-negara yang rakyatnya bahagia dan mereka yang tidak bahagia tidak dapat diukur secara ilmiah, “kita dapat memahami mengapa dan melakukan sesuatu untuk itu,” ujar Sachs, salah satu penulis laporan tersebut kepada Reuters, dalam sebuah wawancara di Roma.

“Pesan untuk Amerika Serikat jelas. Untuk masyarakat yang hanya mengejar uang, kita mengejar hal-hal yang salah. Struktur sosial kita memburuk, kepercayaan sosial memburuk, kepercayaan terhadap pemerintah memburuk,” ujarnya.

 

Hasan A – VOA

Komentar

komentar