[dropcap size=big]Y[/dropcap]a, The Unstopable Debby Anita. Mungkin sebutan itu cocok untuk dia. Sejak SMA dia tak pernah berhenti “bergerak”. Ikut pertukaran pelajar ke Amerika, menjadi reporter remaja di suplemen Ekspresi Batam Pos, buka bisnis donut kentang….. Terus apalagi ide yang ingin diwujudkan oleh mahasiswi yang baru saja ikut program exchange di Universitas Tekninal Malaysia Melaka?

deby3

Happy monday, need more shopping, but first, lets fightingggg! working working, ima scraf from @arthurcollectionbatam

Di Instagram ia masih menyebut dirinya dengan bangga sebagai pemilik CV. Valiant Doughnut. Inilah brand donut kentang yang kian berkembang dan kini sudah dijual di tujuh titik gerai di Batam.

Tapi bisnis donat yang sudah ia rintis sejak SMA ini tak banyak memanfaatkan popularitasnya di Instragram (followernya sudah 14,6).

“Ya, kalau donat kan lebih direct sales, kalau Instagram lebih ke branding,” kata Debby Anita (@Debbyanita), dara kelahiran Batam, 24 Juni 1994 ini.

Nah, untuk kepentingan branding itulah, maka banyak produk terutama dari para bisnis UKM, mengggaetnya.Awal tahun 2015, mahasiwa UIB Semester VI Jurusan Sistem Informasi ini, dihubungi oleh pemilik sebuah produk. Saat itulah, Debby menyadari bahwa popularitasnya di medsos bisa bermanfaat untuk menolong orang. Meskipun saat itu followernya masih 2.000-an.

“Awalnya saya gak dibayar, paling dikasih produk gitu aja…” kata mahasiswi yang harus mempertahankan IP 3.5 supaya beasiswa unggulannya tak lepas.

Debby sendiri tidak sejak awal ingin menjadi populer. Ia sudah akrab dengan blog, twitter, dan facebook. Blognya  sampai hari ini masih terupdate dengan baik.

“Dulu di IG main foto nature. Lama-lama kehabisan stok foto juga, dia mulai beralih ke foto outfit today,” papar Debby.

Dengan pilihan tema itu, mau tidak mau ia harus mejeng dengan tema pilihan pakaian harian. Mau gak mau dia harus selfie. “Eh justru karena itu follower meningkat tajam,” kata Debby tergelak.

Sekarang pun dia menerima bayaran yang besarannya gak gede-gede banget. Terlalu kecillah dibanding jumlah followernya. Soalnya ia lebih meniatkan membantu pengusaha UKM, pihak yang sering meminta dipromosikan produknya.

“Pernah sih diundang ke peresmian satu restoran besar dan disajikan makanan yang mewah dan mahal,” kata Debby. Mungkin ini bayaran paling gede yang pernah dia terima.

If you see me in different, you already trapped! Morning instagram.

Siapa sih followermu, Debby? “Orang-orang seusia saya, yang dia juga saya folback,” katanya.

Ada keadian fotonya diambil tanpa izin dan dikomersialkan. Dia langsung komplain, si pencuri diserang sama teman-teman dan followernya. Kemudian kapok.

Apakah orangtuamu mengawasi medsosmu? “Mama ngawasin tapi gak berkomentar. Malah bantu sharing kalo buat endorse bagusnya gimana, terima tawaran meng-endorse apa nggak..” katanya

Ya, Debby memang tipikal anak muda yang unstopable. Medsos tak sekedar untuk memajang foto selfie-selfiean. Dia sesekali tampil menjadi semacam tutor bagaimana berdandan, memilih dan memadu-padankan baju dan hijab. “Iya sih, soalnya banyak yang suka nanya…” katanya.

Maret ini dia membuka sebuah restoran Jepang di Ruko KDA yang ia beri nama Kedai Ikeh Ikeh Kimochi. “Oh ya, Sabtu ini launching. Saya bermitra dengan pacar eh partner hidup eh calon ding…” kata Debby.

 

Hasan A – Batam.Top

Komentar

komentar