[dropcap size=big]P[/dropcap]roduk makanan beku pabrikan banyak sekali pilihannya di supermarket Indonesia. Di Batam juga tak sulit mendapatkannya. Apalagi naget. Bujet promosi brand-brand besar itupun jor-joran.

Lantas, apa yang membuat mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) dan dua rekannya dari Politeknik Negeri  ini yakin dan berani untuk masuk ke pasar dengan produk yang sama?

“Produk kami memakai bahan alami, semuanya bahan pilihan dan segar, dan tanpa MSG dan pengawet kimia,” ujar Ahmad Syaifudin, mahasiswa semester IV, jurusan Manajemen UIB ini. Untuk

natnugger

Natunugget buka lapak di Alun-alun Engku Putri.

promosi mereka memanfaatkan media sosial dan berkolaborasi dengan toko online b-niaga.

Positioning dan diferensiasi produk yang mereka beri brand lokal Natunugget tampaknya direspon sangat baik oleh pasar lokal.

Dipasarkan dengan cara khas anak muda,  Natunugget memaksimalkan medsos. Instagram, Twitter dan Facebook menjadi alat marketing yang sangat efektif.

Enam bulan setelah mereka perkenalkan ke pasar dalam jumlah terbatas, kini volume produksinya terus meningkat.

[dropcap size=big]A[/dropcap]hmad yang  kuliah tingkat dua ini menjelaskan, saat memulai usahanya enam bulan lalu ia bersama dua rekannya Eko Kurniawan dan Arif Nurachman mencadangkan modal kerja hanya Rp400 ribu, dan dengan peralatan produksi yang sederhana.

Sukses dengan produk naget, trio enterpreuner muda ini  mengembangkan basis produksi menjadi produsen apa saja, yang mereka kategorikan healthy frozen food, makanan beku yang sehat.

“Jadi kami bukan spesialis naget saja,” ujar Ahmad.

Berbisnis tentu saja unnatunagettuk mendapatkan keuntungan, tapi bagi Ahmad dan kawan-kawan ada misi lain yang mulia. “Kami ingin memberikan solusi untuk masyarakat yang mau masak praktis tapi juga ada nilai lebih dari produk yang lebih sehat, dan aman dikonsumsi,” papar Ahmad.

Ahmad percaya,  di masa depan masyakat akan lebih banyak yang mulai peduli dan sadar akan pola hidup sehat. Apalagi mereka melihat masyarakat terutama ibu-ibu sudah mulai banyak yang berkarier di luar rumah. Melihat tren tersebut, mereka yakini makanan sehat beku ini memiliki prospek yang menjanjikan.

Dan ini baru langkah awal. Natunugget sudah menyiapkan ekspansi jenis dan skala produksi.

“InsyaAllah kita juga sedang siap-siap untuk mengeluarkan varian produk baru, tunggu saja tanggal mainnya,” ungkap Ahmad.

 

Yuliana Dewi / b-niaga.

 

Komentar

komentar