[dropcap size=big]R[/dropcap]oti goreng dengan isian abon berbumbu khas dengan rasa gurih, manis, dan sedikit rasa pedas itu kini naik jelas menjadi oleh-oleh khas Batam. Namanya pun khas: “luti gendang”.  Secara turun-temurun juadah ini hanya menjadi makanan “kampungan” di Pulau Tarempa, Anambas.

mie tarempa

Menikmati luti gendang di Kedai Kopi Mie Tarempa.

Yang bertanggung jawab atas popularitas luti gendang adalah Herry, 43, pemilik Kedai kopi Mie Tarempa. Ia memulai usahanya pada tahun 2007 dengan membuka kedai kopi Mie Tarempa di Sungai Panas. Sajiannya ya mie kuah atau goreng dengan ikan tuna, nasi dagang, dan lain-lain. Luti gendang mula-mula ditawarkan sebagai camilan, belum terpikir untuk jadi oleh-oleh seperti sekarang.

Luti gendang adalah produk kuliner khas Pulau Tarempa. Kata luti itu dicomot dari cara khas lidah orang Tionghoa setempat menyebut kata roti.

Tiga tahun pertama adalah masa yang sangat sulit. “Produksi masih sedikit dan rugi terus karena nggak ada yang beli, meskipun ada itupun sedikit sekali yang laku,” kenang Herry.

Awalnya Herry hanya membuat luti dari bahan dua kilogram. Itupun banyak tersisa. Tak laku. Sekarang setiap hari produksi 30-50 kilogram atau sekitar 3.000 buah luti gendang.

“Dulu saya dan istri ikut masak, dan selama tiga tahun usaha ini selalu rugi, bisa bertahan karena saya subsidi dari bisnis yang lain,” ujar Herry yang sebelumnya menjalankan usaha niaga alat-alat perkantoran.

Seiring perkembangan kedai kopinya ia lalu dibantu dua orang karyawan, dan terus bertambah. Kini ada 70 orang karyawan yang membantunya untuk mengelola dua kedai kopi (yang kedua di Batam Center), termasuk memproduksi luti gendang yang hingga saat ini masih dikerjakan dengan tangan alias hand made.

Mendengar Keinginan Konsumen
“Saya ingat betul, tahun 2012, ada yang pesan luti gendang ini untuk dibawa jadi oleh-oleh, setelah itu ada yang pesan setengah matang, jadi konsep pengiriman setengah matang ini juga saya tahu dari pelanggan,” ungkapnya.

Ketika pesanan luti mulai banyak, Herry pun berfikir membuat kemasan yang menarik. Kini luti gendang jadi salah satu pilihan favorit oleh-oleh makanan kalau berkunjung ke Batam.

“Paling banyak memang orderan untuk oleh-oleh,” tambahnya.

Yuliana Dewi /b.niaga

Komentar

komentar