[dropcap size=big]P[/dropcap]enulis Indonesia paling bahagia saat ini mungkin Dee Lestari. Baru saja ia meluncurkan buku terbarunya, penutup dari rangkaian Supernova. Buku yang ditunggu dengan antusias oleh penggemar beratnya.

“Selamat membaca Intelegensi Embun PagiSemoga segala waktu dan atensi yang kamu berikan untuk #MenantiInteligensiEmbunPagi terbayar oleh petualangan Gugus Asko….” ujarnya di akun Instagram.

Dan Jumat (26/2) kemarin, episode terakhir dari serial Supernova – setelah Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2001), Akar (2004), Petir (2004), Partikel (2012), dan Gelombang (2014)- pun ada di toko.

Dari sisi penjualan buku ini tampaknya bakal mengalahkan edisi-edisi pendahulunya sebab  preorder – pembelian dengan sistem tempah, bayar duluan –  mencapai 10.000 eksemplar. Biasanya, buku terakhir dari sebuah serial juga bakal mengangkat penjualan edisi-edisi pendahulunya.

Dari edisi pertama hingga penutup ini, Dee bergulat dengan tokoh-tokohnya dalam rentang waktu 15 tahun, bukan waktu yang singkat.  Apa rasanya?

“Rasanya campur-campur. Senang, puas, haru, sedih, tegang. Berhasil menyelesaikan sebuah novel serial bagi saya adalah pencapaian tersendiri, untuk itu saya merasa senang dan puas. Saya juga terharu dan sedih karena ternyata tidak semudah itu “berpisah” dengan sebuah cerita yang telah bersama saya lima belas tahun lebih. Pada level tertentu, saya merasa sudah punya hubungan batin kuat dengan karakternya, dengan semesta cerita yang saya ciptakan, dan akhirnya saya harus menarik batas usai. Ada juga perasaan tegang dan deg-degan yang lebih dikarenakan oleh rasa penasaran akan reaksi pembaca ketika membaca IEP nanti,” papar Dee di blognya.

Enjoy the story!

hasan a/batam.top

Komentar

komentar