[dropcap size=big]B[/dropcap]anyak yang meragukan kondisi fisik HM Sani ketika menggunakan hak politiknya untuk maju kembali dalam pemilihan gubernur Kepri yang kemudian ia menangkan. Di situs penggalangan pendapat Change.org, ia bahkan sempat dihantam ada ajakan untuk menyetujui petisi agar beliau mundur saja, dengan alasan umur. Petisi itu – kini sudah dihapus – digagas oleh akun anonim Putra Kepri dan menyebut alamatnya di Dabo, Kepri.  Sejumlah orang dekatnya pun banyak yang diam-diam beralih ke “kubu seberang”.

petisi

Petisi Mendesak HM Sani

Sani menghadapi dengan ketenangan yang luar biasa. “Nanti mereka semua kembali lagi ke saya…,” ujarnya.

 

[dropcap size=big]L[/dropcap]alu apa sebenarnya motivasi utama tekad Pak Sani untuk maju lagi? “”Ada yang tersirat dan tersurat yang tak bisa saja sebutkan,” jawab beliau dengan tenang, menjawab pertanyaan Direktur Utama Batam Pos Marganas Nainggolan.

Ah, jawaban khas politisi matang! Eh, tapi tunggu dulu. Tak hendak mengecewakan penanya, Pak Sani buru-buru menambahkan, “…masih ada pekerjaan di periode lalu yang harus saya selesaikan.”

Gubernur Sani berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos di Graha Pena, Batam Center, Jumat (26/2). Mengenakan peci dan kemeja koko warna putih,  “Ayah Sani” ditemani beberapa orang kepercayaan seperti Saidul Khudri dan putrinya,  Rini Fitriyanti.

Pertemuan singkat di ruang redaksi Batam Pos dibuka oleh GM Batam Pos, Candra Ibrahim yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Pak Sani tentang pembangunan di Kepri. Soal pemenuhan kebutuhan air dan listrik menjadi dua hal yang disinggungnya.

Tampaknya  PR yang dimaksud adalah soal  listrik dan air untuk Bintan dan kawasan lain di luar Batam menjadi pekerjan yang belum ia selesaikan pada periode lalu. Pada pertemuan sekitar setengah jam itu Pak Sani banyak membahas tentang masa depan Batam terkait status Kawasan Ekonomi Khusus yang akan segera disandangnya.

 

 

Putut A/BatamPos.co.id

Komentar

komentar