[dropcap size=big]E[/dropcap]ntrepreneur selalu masuk ke pasar dengan membawa inovasi. Orang sudah lazim menikmati teh tarik – teh kental dengan campuran susu kondesasi – di kedai kopi atau kafe. Bagaimana kalau minuman itu disajikan dalam kemasan yang praktis?

Pikiran inovatif itulah yang terlintas dalam pikiran Jamaluddin, seorang wirausaha muda Batam. Ide itu tak makan waktu lama untuk ia wujudkan. Jadilah Tetarik Batam. Sebuah merek teh tarik dalam kemasan botol yang bisa dinikmati kapan saja.

Ketika ide tersebut datang, Jamal – sapaan akrabnya – mendiskusikannya dengan beberapa rekan wirausaha muda Batam lainnya.

Dari diskusi tersebut ide Jamal mendapat respon positif, iapun mendapat banyak masukan seperti mengenai kemasan, stiker merek, dan bagaimana memasarkan produknya itu.

tehtarik

Tetarik Batam

“Selain punya mimpi punya usaha sendiri, berada di lingkungan orang-orang yang berfikiran bisnis, sangat membantu…,” ungkap pria yang pernah bekerja di perusahaan konsultan di Jakarta.

Jamal memulai dengan modal Rp250 ribu untuk membeli alat dan bahan. Pada 9 Desember 2015 lalu, untuk pertama kalinya Jamal menjajal pasar. Teh tarik kemasan tersebut ia tawarkan pada teman-temannya yang jadi konsumen pertamanya. Ia pun sangat intens berpromosi di laman Facebook yang ia buat khusus untuk brand teh tariknya.

“Berbagai masukan pun saya terimanya. Saya coba perbaiki lagi, terutama untuk rasa dan kemasannya,” kata Jamal.

Berbagai kritikan tersebut membuat Jamal tertantang untuk terus menyempurnakan produknya. Pertengahan Januari 2016 produk Tetarik Batam dalam kemasan botol plastik mulai menjajal pasar yang lebih luas.

Sejauh ini Jamal sangat optimis dengan perkembangan bisnisnya. Ia membanderol teh tarik kemasannya Rp7.000 per botol. Setiap hari Jamal bisa menjual 50-100 botol dengan omset antara 350-500 ribu.

“Ini hasil penjualan dari yang delivery order dan titip di minimarket,” kata Jamal.

Jamal optismis produknya bisa mendapat tempat. “Karena kalau untuk teh tarik kemasan ini belum ada saingannya di sini, karena ini teh tarik yang diproduksi sendiri sama seperti di kafe,” ujarnya.

Saat ini Jamal juga sedang menjajaki bekerjasama dengan perusahaan besar untuk pengemasan. “Mimpinya sih nanti Tetarik Batam bisa go nasional dan internasional,” harapannya.

Yuliana Dewi/B-Niaga/Batampos.co.id 

Komentar

komentar