[dropcap size=small]D[/dropcap]pecialty coffee. Kopi spesialti. Single origin coffee. Kopi premium. Mungkin Anda pernah mendengar istilah-istilah tersebut. Jangan bingung.

Kebun Kopi di Gayo

Kebun Kopi di Gayo

Mudahnya adalah, istilah tersebut merujuk kepada kopi dengan rasa dan aroma khas yang dihasilkan dari suatu daerah dengan ketinggian, jenis tanah tertentu. Umumnya kopi spesialti adalah dari jenis Arabika.

Kenapa Arabika? Karena jenis ini hanya cocok ditanam di lahan pada ketinggian di atas 700 meter dpl. Kopi Wamena misalnya, salah satu kopi spesialti kita, dibudidayakan pada ketinggian 1.200 meter dpl.

Karena kekhasan itu dihasilkan karena interaksi potensi genetika kopi dengan kondisi tanah dan iklim daerah di mana lahan kopi tersebut dibudidayakan, maka nama kopi spesialti pun mengambil nama daerah tersebut.

Berbanggalah kita sebagai orang Indonesia karena negeri ini merupakan satu-satunya negara produsen kopi yang memiliki kopi spesialti terbanyak di dunia.

Beberapa nama kopi spesialti Indonesia sejak lama telah dikenal di dunia dan menjadi bagian dari menu origin di kafe seperti Gayo Coffee, Mandheling Coffee, Java Coffee, dan Toraja Coffee. Beberapa nama yang menyusul terkenal di antaranya adalah Bali Kintamani Coffee, Flores Coffee, Prianger Coffee, dan Papua Coffee.

Sekarang mari kita kenali kekhasan beberapa kopi spesialti kita itu, dan kemudian buktikanlah dengan mencobanya.

1. Kopi Aceh Gayo

Kopi ini dibudidayakan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Banyak diekspor ke negara-negara Eropa, selain ke Amerika Serikat dan Asia. Salah satu kopi andalan yang ditawarkan Starbuck. Sebagian besar komoditas kopi Gayo tersebut dikembangkan di tiga Kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Kopi ini beraroma fruity, dengan keasaman sedang, dengan ketebalan rasa kopi yang tinggi. Dengan flavour: Orange, Dark Chocholate Bitter, Banana Note.

2. Kopi Kintamani

Kopi asal Bangli, di dataran tinggi Kintamani, Bali ini beraroma: Dark Chocolate, Orange, Lemon. Tingkat keasaman tinggi. Bodi kopinya kental, dengan flavour manis, seperti sirup, dan pahit seperti coklat.

3. Kopi Papua Wamena

Wamena terletak di lembah pegunungan Jayawijaya, iklimnya sangat dingin berkisar 15 derajat celcius. Kopi Arabika Wamena dibudidayakan secara organik di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya. Kopi ini beraroma rempah, karamel, dan flowery. Tingkat keasaman sedang, halus, dan clean. Kekentalan kopinya tinggi. Flavour: Nutty, Orange Hint, Herb.

4. Kopi Mandheling 

Kopi ini tumbuh baik di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Kopi asal daerah di sekitar Danau Toba ini beraroma floral & spicy. Rasa asamnya rendah. Flavour: Complexity dan sweet.

5. Kopi Toraja

Salah satu kopi Indonesia yang mendunia adalah Kopi Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi Toraja mempunyai rasa khas yaitu rasa tanah. Jika beberapa jenis kopi meninggalkan rasa pahit cukup lama di mulut, namun tidak dengan Kopi Toraja, rasa pahitnya langsung hilang. Kopi Toraja beraroma: caramelly, chocolaty, fruity. Keasaman: medium. Body: high. Dengan flavour: sweet chocolate, delicate, lychee like.

Sumber:

1. Kopi-Kopi Terbaik di Indonesia, Dari Aceh Hingga Papua
2. Specialty Coffe Indonesia

Komentar

komentar